Senin, 10 November 2014

osi layer

OSI LAYER

Model referensi jaringan terbuka OSI atau OSI Reference Model for open networking adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. OSI sendiri merupakan singkatan dari Open System Interconnection. Model ini disebut juga dengan model "Model tujuh lapis OSI" (OSI seven layer model).
Sebelum munculnya model referensi OSI, sistem jaringan komputer sangat tergantung kepada pemasok (vendor). OSI berupaya membentuk standar umum jaringan komputer untuk menunjang interoperatibilitas antar pemasok yang berbeda. Dalam suatu jaringan yang besar biasanya terdapat banyak protokol jaringan yang berbeda. Tidak adanya suatu protokol yang sama, membuat banyak perangkat tidak bisa saling berkomunikasi.
Model referensi ini pada awalnya ditujukan sebagai basis untuk mengembangkan protokol-protokol jaringan, meski pada kenyataannya inisatif ini mengalami kegagalan. Kegagalan itu disebabkan oleh beberapa faktor berikut:
·         Standar model referensi ini, jika dibandingkan dengan model referensi DARPA (Model Internet) yang dikembangkan olehInternet Engineering Task Force (IETF), sangat berdekatan. Model DARPA adalah model basis protokol TCP/IP yang populer digunakan.
·         Model referensi ini dianggap sangat kompleks. Beberapa fungsi (seperti halnya metode komunikasi connectionless) dianggap kurang bagus, sementara fungsi lainnya (seperti flow control dan koreksi kesalahan) diulang-ulang pada beberapa lapisan.
·         Pertumbuhan Internet dan protokol TCP/IP (sebuah protokol jaringan dunia nyata) membuat OSI Reference Model menjadi kurang diminati.
Pemerintah Amerika Serikat mencoba untuk mendukung protokol OSI Reference Model dalam solusi jaringan pemerintah pada tahun 1980-an, dengan mengimplementasikan beberapa standar yang disebut dengan Government Open Systems Interconnection Profile (GOSIP). Meski demikian. usaha ini akhirnya ditinggalkan pada tahun 1995, dan implementasi jaringan yang menggunakan OSI Reference model jarang dijumpai di luar Eropa.
OSI Reference Model pun akhirnya dilihat sebagai sebuah model ideal dari koneksi logis yang harus terjadi agar komunikasi data dalam jaringan dapat berlangsung. Beberapa protokol yang digunakan dalam dunia nyata, semacam TCP/IPDECnetdan IBM Systems Network Architecture (SNA) memetakan tumpukan protokol (protocol stack) mereka ke OSI Reference ModelOSI Reference Model pun digunakan sebagai titik awal untuk mempelajari bagaimana beberapa protokol jaringan di dalam sebuah kumpulan protokol dapat berfungsi dan berinteraksi.
Struktur tujuh lapis model OSI

OSI Reference model, yakni sebgaai berikut :
Layer
Fungsi
Contoh Protokol
Application
Menyediakan servis bagi berbagai aplikasi network.
NNTP, HL7, Modbus, SIP, SSI, DHCP, HTTP, SMTP, SNTP, Telnet
Presentasion
Mangatur konverensi dan translasi sebagai format data, seperti kompresi data dan enkripsi data.
TDI, ASCII, EBCDIC, MIDI, MPEG
Session
Mengatur sesi (session) yang meliputi establishing (memulai sesi), maintaining (mempertahankan sesi), dan terminating (mengakhiri sesi) antar entitas yang dimiliki oleh presentasion layer.
SQL, X Window, NetBIOS
Transport
Menyediakan end-to-end communication protocol. Layer ini bertanggung jawab terhadap keselamatan dat dan segmentasidata, seperti : mengatur flow control, error detection, error correction, data sequencing dan ukuran paket data.
TCP, SPX, UDP, SCTP, IPX
Network
Menentukan rute yang dilalui oleh data. Layer ini menyediakan logical addressing dan path determination.
IPX, IP, ICMP, IPSec, ARP, RIP, IGRP, BGP, OSPF, NBF
Data link
Menentukan pengalamatan fisik, error notification, frame flow control dan topologi network. Ada dua sub layer pad adata link yaitu : Logical Link Control (LLC) dan Media Access Control (MAC), LLc ,engatur komunikasi, seperti error notification dan frame flow control. MAC mengatur pengalamatan fisik yang digunakan dalam proses komunikasi antar adapter
Channel, Frame Relay, SDLC, HDLC, ISL, PPP, Token ring
Physical
Menentukan masalah kelistrikan/gelombang/medan dan berbagai prosedur/ fungsi yang berkaitan dengan link fisik, seperti besar tegangan/arus listrik, panjang maksimal transmisi, pergantian fasa, jenis kabel dan konektor.
RS-232, V.35 10BASE-T



crimping tool

CARA CRIMPING CABLE

Setelah mengetahui berbagai kabel jaringan kompuetr lain kita akan melakukan crimping terhadap kabel UTP yang menggunakan kabel RG-45 agar bisa digunakan untuk menghubungkan hardware computer.
            Untuk menyambung kabel UTP ke konektor RG-45 terdapat 3 tipe penyambungan, yaitu straight,cross over dan roll over, di mana ketiganya memiliki fungsi yang berbeda. Pengkabelan dengan cara straight digunakan untuk menyambungkan PC dengan hub/switch sedangkan pengkabelan dengan cara cross digunakan untuk menghubungkan pc ke pc langsung tanpa hub/switch atau menghubungkan hub/switch dengan hub/switch dan roll over digunakan untuk menghungkan pc dengan router secara langsung untuk masuk ke konsol yang berfungsi mengkonfigurasi router. Untuk praktek penyambungannya, paling tidak kita memerlukan :

1.      Kabel UTP
  
2.      Konektor RG-45
                           
3.      Tang
4.      LAN Tester (optional)

                


Berikut pengkabelannya :

1)      Kabel STRAIGHT
Untuk membuat kabel straight susunan warna yang digunakan adalah :
Urutan Ujung A                      Urutan Ujung B
1. Putih Orange                       1.Putih Orange
2. Orange                                2.Orange
3. Putih Hijau                          3.Putih Hijau
4. Biru                                     4.Biru
5. Putih Biru                            5.Putih Biru
6. Hijau                                   6.Hijau
7. Putih Coklat                        7.Putih Coklat
8. Coklat                                 8.Coklat

2)      Kabel CROSS OVER
Untuk membuat kabel straight susunan warna yang digunakan adalah :
Urutan Ujung A                      Urutan Ujung B
1. Putih Orange                       1. Putih Hijau
2. Orange                                2. Hijau
3. Putih Hijau                          3. Putih Orange
4. Biru                                     4. Biru
5. Putih biru                            5. Putih Biru   
6. Orange                                6. Hijau
7. Putih coklat                         7. Putih Coklat                       
8. Coklat                                 8. Coklat


3)      Kabel ROLL OVER
Untuk membuat kabel straight susunan warna yang digunakan adalah :
Urutan Ujung A                      Urutan Ujung B
1. Putih Orange                       1.Coklat
2. Orange                                2.Putih Coklat
3.Putih Hijau                           3. Hijau
4. Biru                                     4. Putih Biru
5. Putih Biru                            5.Biru
6. Hijau                                   6.Putih Hijau
7. Putih Coklat                        7.Putih Orange
8. Coklat                                 8.Orange



Langkah-Langkah CRIMPING CABEL STRAIGHT,CROSS OVER DAN ROLL OVER

1.      Siapkan bahan-bahan di atas.

2.      Buka lapisan kebel UTP dengan gunting atau alat pemotong lain sesuai dengan ukuran pas agar dapat masuk ke RG-45.
3.      Setelah itu buat susunan warna (tentukan cara pengkabelan straight, cross over dan roll over). Susun rapi delapan kabel yang terdapat didalam sesuai dengan standart internasional:


A.    Straight:
Ujung A= Putih Orange, Orange, Putih Hijau, Biru, Putih Biru, Hijau, Putih Coklat,     Coklat.
Ujung B= Putih Orange, Orange, Putih Hijau, Biru, Putih Biru, Hijau, Putih Coklat, Coklat

B.     Cross:
 Ujung A= Putih Orange, Orange, Putih Hijau, Biru, Putih Biru, Hijau, Putih Coklat, Coklat.
 Ujung B=Putih Hijau, Hijau, Putih Orange, Biru, Putih Biru, Orange, Putih Coklat, Coklat.

C.    Rollover: 
Ujung 1=Putih Hijau, Hijau, Putih Orange, Biru, Putih Biru, Orange, Putih Coklat, Coklat.
Ujung 2=Coklat, Putih Coklat, Orange, Putih Biru, Biru, Putih Orange, Hijau, Putih Hijau.

4.      Luruskan kabel yang masih kusut.

5.      Potong susunan kabel tersebut (ratakan) dengan gunting atau tang crimping.



6.      Setelah selesai urutan warna dengan benar dan ujung kabel sudah rata.Masukkan kabel UTP yang telah diratakan ke dalam RG-45 dengan benar. Pastikan ujung kabel menyentuh ujung RG-45.
7.      Masukkan dan jepitkan kabel UTP dan RG-45yang telah disatukan pada lubang yang terdapat pada tang crimping.


8.      Untuk pengecekan sambungan, masukkan kedua ujung kabel utp yang telah terpasang RG-45 ke dalam LAN tester lalu periksa, jika semua lampu 1-8 menyala semua  maka kabel ini sudah siap kita pakai.


SELESAI